Yeh Panes Tabanan

Rabu, Agustus 24

Orang Bali menyebut Air Panas Penatahan dengan nama Yeh Panes. Yeh dalam Bahasa Bali artinya air, dan panes artinya panas. Air Panas Penatahan terletak di Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Jaraknya sekitar 34 km dari Denpasar atau 13 km dari Kota Tabanan. Sumber air panas ini berada di tepi Sungai Yeh Ho dan di antara pepohonan yang rindang. Suasana di sekitar air panas cukup sejuk dan asri. Air panas di Sumber Air Panas Penatahan ini sudah dialirkan ke dalam beberapa kolam dan bak mandi kecil. Ada dua buah kolam berendam dan empat buah bak mandi kecil di Air Panas Penatahan. Dua kolam berendam tersebut dipagari bilik bambu dan ada pintunya. Di dalam kolam tersebut ada pancuran air hangat dan pancuran air dingin untuk bilas. Air panas di Air Panas Penatahan ini sangat baik untuk mandi atau berendam karena mengandung belerang sehingga bisa menghilangkan pegal-pegal dan menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Yeh Panes merupakan tempat yang indah dan damai, dengan alamnya yang masih lestari, hijau dan segar, serta dengan keadaan geografisnya yang berbukit-bukit yang memberikan pemandangan yang indah nan permai. Disamping itu, bila kita melihat sekitarnya maka tampaklah alam yang mempesona, dengan terasering dan persawahan disertai dengan padinya yang menguning, yang kesemuanya itu dapat kita lihat pada sepanjang sungai Ho ini. Pada lokasi Yeh Panes, akan dijumpai air terjun dengan anginnya yang segar dan tak kalah pentingnya sumber air panas yang muncul di tengah pura/dibawah pohon beringin yang berkhasiat dapat menyembuhkan penyakit kulit dan sekarang disekitarnya dibuatkan Natural Hot Springs & Spa yang dikelola profesional. Dengan dilatarbelakangi oleh Gunung Watukaru yang membiru membuat suasana Yeh Panes menjadi sejuk dan nyaman, semua itu sangat cocok untuk berekreasi (bersantai) untuk menghilangkan semua duk dan masalah.

Yeh Panes terletak di Desa Penataan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, jarak tempuh dari Denpasar ke lokasi lebih kurang 41 Km memerlukan waktu lebih kurang 1 jam dengan kendaraan roda empat. Lokasinya dekat Pura Batukaru, Jati Luwih, Bedugul, Alas Kedaton dan Tanah Lot serta Puri Kerambitan. Kendaraan Umum dapat dicari di Terminal Tuakilang Tabanan.

Yeh Panes Natural Hot Springs & Spa, dinyatakan sehat untuk mandi oleh Laboratorium Daerah, menjual segala produk/fasilitas seperti : Spa dengan air belerangnya yang dapat menampung 58 orang, Pool dengan air yang jernih dan segar, Restourant dengan segala jenis masakannya seperti Chinese, Indonesia, Japanese, European, Italian, dan khusus dengan menu Vegetarian, Bar dengan minuman yang khas, dan Room (kamar) sebanyak 16 kamar. Disamping itu tersedia pula program-program yang merupakan pelengkap fasilitas seperti : Trekking, Saikling, Jogging, dan Yoga Semadi, Senam Kesegaran Jasmani, Message, Stage, Confrence Room, Catering, Memancing dan Pasar Senggol.

Yeh Panes Natural Hot Spring & Spa, kian hari, makin dikenal oleh masyarakat baik lokal maupun asing. Keramaian pengunjung kadang mencapai puncaknya pada hari-hari raya, hari libur dan bahkan pada setiap upacara di Pura Batukaru yang jatuh setiap 210 hari tepatnya pada Umanis Galungan, kesibukan akan dapat terlihat dari mobil-mobil yang parkir di tempat parkir yang cukup luas sehingga segala hambatan dan ketertiban dapat selalu diawasi.


Information :
Harga tiket masuk Rp. 5000 perjam

Fasilitias :
4 kolam kecil lainnya berada di bawah kolam berendam. Keempat kolam kecil ini dibatasi dengan sekat tembok tetapi tidak dilengkapi dengan pintu. Untuk berendam di kolam/bak kecil ini pengunjung tidak perlu membayar lagi.

Ubud

Kamis, Juni 4

Ubud adalah sebuah tempat peristirahatan di daerah kabupaten Gianyar, pulau Bali, Indonesia.

Ubud terutama terkenal di antara para wisatawan mancanegara karena lokasi ini terletak di antara sawah dan hutan yang terletak di antara jurang-jurang gunung yang membuat alam sangat indah. Selain itu Ubud dikenal karena seni dan budaya yang berkembang sangat pesat dan maju. Denyut nadi kehidupan masyarakat Ubud tidak bisa dilepaskan dari kesenian. Di sini banyak pula terdapat galeri-galeri seni, serta arena pertunjukan musik dan tari yang digelar setiap malam secara bergantian di segala penjuru desa.

Sudah sejak tahun 1930-an, Ubud terkenal di antara wisatawan barat. Kala itu pelukis Jerman; Walter Spies dan pelukis Belanda; Rudolf Bonnet menetap di sana. Mereka dibantu oleh Cokorda Gede Agung Sukawati, dari Puri Agung Ubud. Sekarang karya mereka bisa dilihat di Museum Puri Lukisan, Ubud.

Ubud memiliki kawasan wisata yang sangat beragam, dari wisata wana hingga wisata tirta tersebar di kawasan Ubud, diantaranya adalah:

Museum Rudana dan Rudana Fine Art Gallery


Museum Rudana merupakan museum seni yang berlokasi di Ubud, Bali, yang didirikan oleh Nyoman Rudana, seorang kolektor lukisan yang juga duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mewakili Propinsi Bali periode 2004 2009 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto tanggal 26 Desember 1995. Museum ini menyimpan lebih dari 400 buah lukisan dan patung hasil karya para seniman, baik dari Bali, seniman Indonesia di luar Bali maupun karya para seniman asing yang menjadikan Bali sebagai tempatnya berkarya. Berada dalam satu kompleks, berdiri Rudana Fine Art Gallery yang didirikan pada tahun 1978 dan merupakan cikal bakal berdirinya Museum Rudana.

Museum Puri Lukisan

Adalah sebuah museum seni rupa pertama, yang dikelola oleh swasta, di Bali. Diprakarsai oleh Cokorda Gede Agung Sukawati, I Gusti Nyoman Lempad serta seniman asing yang menetap di Ubud, Rudolf Bonnet. Berdiri pada 31 Januari 1956 dibawah naungan Yayasan Ratna Warta, dan di buka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Yamin.

Di museum ini bisa dinikmati perkembangan seni rupa di Ubud, baik seni lukis maupun seni pahat. Beberapa karya dari para seniman asing yang berkarya di Ubud seperti: Rudolf Bonnet, Walter Spies, Arie Smit serta maestro lokal seperti I Gusti Nyoman Lempad, I Gusti Made Deblog, Ida Bagus Made dan yang lainnya. Termasuk juga karya seni rupa pada masa Pita Maha.

Puri Agung Ubud

Puri Agung Ubud Krisnakusuma terletak tepat di jantung kota Ubud. Merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Ubud pada zaman dahulu, serta sebagai pusat kegiatan seni budaya dan adat, yang diadakan di tepat di depan puri. Puri Ubud masih memiliki tata ruang dan bangunan yang dipertahankan seperti aslinya. Di halaman depan, setelah pintu gerbang, terdapat area yang disebut Ancak Saji. Disini seminggu sekali diadakan pertunjukan seni tari, bagi wisatawan. Dan setiap hari, dilaksanakan latihan gamelan dari berbagai kelompok seni musik yang ada di Ubud. Semua aktivitas seni semakin mengentalkan suasana Ubud sebagai sebuah desa yang berwawasan kesenian.

Wanara Wana

Wanara Wana atau Hutan Kera, (lebih dikenal dengan Monkey Forest) adalah kawasan hutan sakral yang terdapat di kawasan Ubud, tepatnya masuk ke dalam wilayah desa adat Padangtegal, Ubud. Di hutan ini terdapat sekawanan kera yang jumlahnya ratusan, yang telah menghuni kawasan ini selama ratusan tahun. Di kawasan ini terdapat pula Pura Dalem Padangtegal, yang didirikan pada awal abad ke-20. Pura tersebut memiliki arsitektur serta ornamen yang sangat kuno dan artistik. Anda juga bisa mencari mata air suci di bawah Patung Komodo yg tersembunyi, yg mana bila diminum, dipecaya dapat menyembuhkan segala jenis penyakit.

Arung Jeram

Di wilayah barat Ubud, terdapat Tukad (Kali) Ayung. Di sungai ini banyak aktivitas wisata tirta, di antaranya adalah arung jeram dan berkayak. Terdapat beberapa jasa wisata tirta yang menawarkan layanan ini. Selain wisata tirta, di sepanjang tebing Tukad Ayung juga memiliki pemandangan alam yang memikat, dan terdapat puluhan hotel berbintang.


Information :

HOTEL
1. Puri Wulandari - A Boutique Resort & Spa
2. Kamandalu Resort and Spa
3. Ubud Green

Museum & Gallery
1. Agung Rai Museum of Art (ARMA), Jl Pengosekan,+62 361 975742 (info@armamuseum.com),9AM-5PM.
2. Blanco Renaissance Museum, Jl Raya Campuhan, +62 361 975502. 9AM-6PM daily.
3. Neka Art Museum, Jl Raya Sanggingan, Kedewatan, +62 361 975074 (info@museumneka.com),9AM-5PM.

Tourism Information Office :
Bina Wisata, Jl Raya Ubud (di barat pasar ubud), +62 361 973285


Alas Kedaton


Objek wisata bali, yang bernama alas kedaton ini terletak di desa Kukuh kurang lebih 4 km dari kota Tabanan. alas kedaton terdapat sebuah pura yang mempunyai dua keunikan yang sangat menarik.

Lokasi
Alas Kedaton terletak di desa Kukuh Kecamatan Marga + 4 km dari kota Tabanan. Desa Kukuh terbagi atas 7 dusun dan 12 banjar adat. Sebagian besar warga menggeluti pertanian di mana sebagian besar waktunya digunakan untuk menggeluti sektor lain seperti pertukangan, pegawai atau buruh.

Pura kedaton memiliki empat pintu masuk ke dalam Pura yaitu dari barat yang merupakan pintu masuk utama yang lainnya dari Utara, Timur dan dari Selatan yang ke semuanya menuju ke halaman tengah. Berbeda dengan pura pura lainnya yang ada di Bali. Keunikan yang kedua adalah halaman pura Alas kedaton dalam yang merupakan tempat paling di sucikan berada lebih rendah dari halaman tengah dan luar. Tempat suci pura Alas kedaton ini dikelilingi oleh hutan yang dihuni oleh sekelompok kera yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar Objek wisata Bali ini. di Alas kedaton selain hidup sekelompok kera juga terdapat sekelompok kalong yang hidup bergantungan.

Tinjauan sejarah

piodalan di Pura Alas kedaton ini adalah jatuh pada hari Selasa (Anggara Kasih) dau puluh hari setelah Hari Raya Galungan. Yang mana upacara dimaksud dimulai pada siang hari dan harus sudah selesai sebelum matahari terbenam. Pura ini sering pula disebut Pura Alas Kedaton atau Pura Dalem Kahyangan. Objek wisata bali alas kedaton juga di huni oleh sekumpulan kera yang sudah jinak, akan tetapi jika anda Liburan bali ke kedaton perlu di waspadai juga karena kera kera tersebut bisa saja jahat dan barang bawaan anda harus tetap di perhatikan, ini akan sangat berpengaruh pada kenyamanan Tour bali anda objek wisata bali ini sangat dekat dengan tanah lot sehingga anda bisa merencanakan Bali tour anda ke Tanah lot setelah Alas kedaton.